Kolam Ikan di Mana-mana

“Lihat bunda, ikannya banyak! Ayo kita lihat lihat ikan dulu”

Setidaknya, demikian kalimat yang akan selalu terdengar dari mulut Tara (4,5 tahun). Biasanya, pada sore hari saat saya menjemput Tara pulang dari sekolahnya, dia akan bernyanyi sepanjang jalan yang kami lewati. Pemandangan sepanjang jalan dari sekolah Tara menuju rumah kami hanya berupa sawah dan kolam ikan. Ya, di Dusun Jenengan, Desa Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta, kita masih bisa menikmati udara pesawahan lengkap dengan kolam ikan.

Seakan kolam ikan itu ada di mana-mana, demikian istilah lebaynya. Tapi memang benar, aset sumber daya air di Desa ini sangat melimpah. Meskipun sejak 2015, di warga di Desa ini dan sekitarnya harus berebut air setelah didirikannya tempat pariwisata Jogja Bay Waterpark (JBW). Bicara JBW, konon adalah Wahana permainan air terbesar, terlengkap dan tercanggih di Indonesia telah hadir di Yogyakarta. Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark yang berada di Desa Maguwoharjo Depok Sleman. Tepatnya di utara stadion Internasional Maguwo ini telah dibuka 20 Desember 2015. Jogja Bay menjadi wahana keluar yang terbesar, terlengkap dan tercanggih se Indonesia. Dibangun dilahan seluas 7,7 hektare , menyediakan 19 jenis wahana. Mengusung tema bajak laut, Jogja Bay mengacu dari water bom yang ada di Bali dan waterpark di Orlando. Jadi masyarakat tidak perlu ke luar negeri untuk menikmati wisata air dan keluarga.

Demikian sekilas tentang JBW. Namun tulisan ini bukan untuk mempromosikan JBW meskipun saya sebutkan dengan jelas profil JBW. Saya hanya ingin mendekatkan informasi tentang Dusun Jenengan yang memiliki aset air bersih melimpah. Bahkan ketika air itu tanpa diendapkan dulu, air di Dusun ini tetap bersih. Misalnya, ketika saya akan memasak air, maka saya bisa langsung mengambil dari keran air, tidak perlu mengambil air dari ember yang diendapkan berhari-hari. Saya semakin bersyukur meskipun posisi kami saat ini belum tentu selamanya ada di Dusun ini.

Meskipun kami hanya pendatang dan sifatnya sementara, tapi kami tetap mampu memanfaatkan melimpahnya air bersih di sana. Alhasil, di tempat tinggal kami saat ini, kami pun termotivasi untuk membuat kolam ikan. Ya, kolam ikan kami adalah kolam ikan kecil di belakang rumah. Tujuan awalnya hanya agar anak kami memiliki kegiatan alternatif selain menggambar, naik sepeda, main bersama ikan di akuarium dan lain-lain.

Nah, karena begitu melimpahnya air bersih di sana, maka pertanian dan bisnis perikanan di sana pun banyak dilakukan oleh warga setempat. Pemancingan-pemancingan juga masih menjamur meskipun tidak sampai puluhan. Bagi para petani yang memanfaatkan lahan untuk menanam pagi, maka bisa panen sampai 4 kali dalam setahun. Ini baru padi, belum lagi mereka yang berkebun sayuran seperti bayam, dan sejumlah sayuran lainnya. Tidak heran di sana kita masih sering menyaksikan simbah-simbah pergi ke sawah di pagi buta, lalu menjual hasil kebunnya ke pasar terdekat pada sore harinya.

Di Dusun Jenengan juga masyrakatnya masih memegang teguh gotong royong dalam momen apapun. Mereka memiliki kebiasaan mulia yang sangat kuat. Nah, tentang bagaimana kebiasaan mereka, akan saya lanjtukan di cerita saya berikutnya.

Salam hangat,

Alimah

 

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *