BENTARA

Mengapa Tara Suka Menata Sesuatu?

“Bunda, sebentar ya, ini harusnya begini. Ini loh bunda, harusnya ditaro di sini. Bunda, gak boleh! Gak boleh bawa permen bunda. Gak bunda, aku kan sudah punya mobil-mobilan di rumah, bla..bla…bla…”

Setidaknya, itulah beberapa kalimat perintah, mengatur, dan menolak di antara sejumlah kalimat Tara lainnya yang sudah saya lupa. Seingat saya, sejak usia satu tahun, dan itu sudah mulai terlihat, dimana Tara suka sekali menata sesuatu. Contohnya, ketika kami bersama-sama ke pusat perbelanjaan. Biasanya di pojok mainan seperti mobil-mobilan atau tempat peralatan tulis menulis, tiba-tiba Tara dengan tenang menata benda yang berantakan. Berantakan di sini maksudnya adalah tidak sesuai dengan tempatnya. Atau tidak sesuai dengan warnanya. Nah, ketika Tara menemukan hal-hal yang menurutnya tidak teratur, maka dia dengan sendirinya akan menata benda tersebut. Jadi ketika pengunjung yang lain asyik pegang-pegang sambil memilah barang, Tara malah asyik menata setiap barang yang jatuh, setiap barang yang terkesan berantakan.

Selain di toko-toko mainan, Tara juga tidak segan melakukan hal itu di hotel. Misalnya, ketika saya dan ayahnya sedang di lobi hotel, tiba-tiba dia asyik menata sesuatu. Apa saja sesuatu itu? misalnya vas bunga, bunga, taplak meja hiasan yang minimalis, dan beberapa benda lainnya. Meja-meja itu dia hampiri dan dia tata posisi vas bunganya.

Nah baru-baru ini juga kebiasaan itu dia lakukan. Kejadiannya minggu kemarin, saat kami sedang menunggu jemputan di sebuah kafe di Hotel Surya Yudha Banjarnegara. Namanya kafe, begitu banyak meja dan kursi beserta beberapa pernak-pernik di atasnya. Saat saya sedang asyik membalas pesan Whatsapp (WA) dari teman, tiba-tiba Tara asyik mendatangi setiap meja di kafe tersebut. Kafe ini unik, menarik, konsep pernak-perniknya berwarna hitam-putih. Setelah saya selesai dan kembali memperhatikan Tara, ternyata Tara sedang menata vas bunga di masing-masing meja. Ya, saya hanya memperhatikannya. Hal ini kemudian menggugah rasa penasaran saya untuk mencari makna di balik kebiasaannya ini.

Sekarang semakin tumbuh besar, Tara juga sudah mulai konsisten disiplin menata mainannya sendiri. Dia bukan hanya suka menata, namun juga sangat teliti pada barang miliknya. Awalnya, saya menganggap hal itu biasa saja. Kenapa? Karena setahu saya, ayahnya juga memang sangat tekun. Sangat-sangat tekun. Apa saja dikerjakan. Ayahnya tidak pernah mau diam. Jika tidak bekerja di kantor, maka di rumah dia akan mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan. Misalnya: membuat kolam ikan, menanam bunga dan sayuran, membuat taman kecil, membuat kursi, meja, rak, dan banyak hal. Bahkan ketika di rumah ibuku (mertuanya), dia tak pernah mau diam, mulai dari membuat kandang ayam, lemari, ngecat rumah, dll.

Sekarang kembali soal Tara, kebiasaannya menata sesuatu ini membuat saya penasaran untuk mencari makna dibalik kebiasaannya itu. Nah, sampai akhirnya saya membaca sebuah artikel dari tentang mengenali bakat terpendam  yang diterjemahkan oleh bunda Siti Nur Rahmawati dari artikel aslinya How to spot your preschooler’s hidden talents. Jadi, mari kita sama-sama temukan apa makna dibalik kebiasaan anak kita dari artikel ini. Kebiasaan Tara untuk menata sesuatu hanyalah salah satu dari sekian kebiasaan lainnya, misalnya kebiasaan tidak bisa diam, suka utak-atik, dan lain-lain. Tapi, dari sekian kebiasaan di artikel berikut ini, memang yang jarang dilakukan Tara adalah melamun. Nah, informasi di bawah ini nanti juga bisa dijadikan cara untuk membaca dan mengenali bakat terpendam balita.

Suka mengurutkan benda

Dia suka memasangkan kaos kaki, menjajarkan mobil-mobilannya, atau mengelompokkan barang lainnya berdasarkan warna, ukuran atau bentuk. Dia juga menyukai sesuatu yang teratur dengan baik, rapi dan terpola.

Hal ini berarti : Ananda adalah seoarang auditory sequential learner, yaitu anak dengan kemampuan berpikir analitikal, mempunyai keteraturan tinggi dan sangat memperhatikan hal-hal detil. Dia sangat menyukai pola, yang dapat menjadi indikasi awal bahwa ananda punya kemampuan tinggi dibidang matematika dan ilmu pengetahuan kelak.

Bagaimana mengembangkannya: Mengajaknya untuk melakukan berbagai kegiatan dan permainan yang berhubungan dengan pola dan matematika, seperti permainan menggunakan manik-manik. Lebih banyak memberikannya aktifitas yang mengasah kemampuan matematikanya dan melakukan percobaan-percobaan sehingga menarik minatnya untuk menjadi ilmuwan.

Beri kesempatan pada ananda untuk mengatur sendiri mainannya. Jika ananda suka mengoleksi benda, sediakan container kecil dengan banyak laci sebagai tempat ananda menyimpan benda-benda kecil seperti kerang, batu-batuan, kristal dan lainnya, sehingga ananda dapat menghitung, mengurutkan dan mengelompokkannya.

Tidak bisa berhenti bicara

Ananda yang cerewet mempunyai banyak kosa kata, mampu menyusun cerita yang rumit, dan membuat sedikit sekali kesalahan tata bahasa ataupun pengucapan. Ananda juga berbicara dengan sangat cepat dan sering kali tidak akan berhenti sampai waktu tidur datang. Dia akan terus bicara dan berusaha melemahkan anda dengan argument-argumennya.

Hal ini berarti: Kecakapan verbalnya adalah tanda awal bahwa ananda adalah anak berbakat. Hal ini juga akan menjadi kunci kesuksesannya di sekolah ataupun di segala aspek alam kehidupannya nanti. Anak-anak dengan bakat dan kemampuan mempengaruhi orang lain seperti ini biasanya akan memilih profesi di bidang hukum atau jurnalistik.

Bagaimana mengembangkannya: Dorong ananda untuk mendiktekan cerita dari sebuah buku yang biasa kita baca bersama ananda. Ajukan beberapa pertanyaan padanya, kemudian rekam jawaban dan pemikirannya. Kita juga bisa memintanya untuk mengirim surat pada saudara atau teman-temannya.

Berbarengan dengan upaya mengasah kemampuan bicara dan menulis ananda, ajarkan juga agar ia dapat menjadi pendengar yang baik.

Ajak ananda untuk lebih sering mengunjungi perpustakaan dan mencari buku-buku yang ‘menantang’ untuknya. Dia mungkin akan memilih buku dengan tulisan yang lebih banyak dan sedikit gambar, tidak seperti anak-anak lain seusianya. Dengarkan pemikiran dan argumennya, tetapi tetapkan batas waktunya jika ananda adalah seorang pedebat ulung. Dan tentukan juga jam ‘tenang’ baginya dalam satu hari.

Suka mengutak-atik apa saja

Ananda selalu terdorong untuk mengeksplorasi tentang sebuah benda dan fungsinya. Dia suka untuk mengutak-atik tombol. Dia juga sering membongkar mainannya dan berusaha untuk memperbaikinya kembali. Dia sangat menikmati saat bermain membangun menara dengan mainan balok, dan sangat tertarik dengan kerja sebuah mesin.

Hal ini berarti: Ananda mungkin adalah seorang visual-spatial learner, suka memperlajari hal yang bersifat kebendaan dan keruangan. Anak yang suka permainan memperbaiki segala sesuatu kelak mungkin akan menjadi seorang montir, insinyur, arsitek, penemu atau ilmuwan.

Bagaimana mengembangkannya: Sediakan berbagai mainan untuk membuat bangunan, seperti lego, balok dan lainnya sehingga ananda dapat membuat sebuah bangunan, merobohkannya dan kembali membangunnya sesuai dengan rancangannya sendiri. Dorong ananda untuk membuat sebuah benda dari kotak cereal dan kotak tissue atau dari benda apapun di sekitar rumah.

Kunjungi pusat-pusat bermain yang menyediakan permainan yang dapat membantu ananda mengeksplorasi kerja tangannya. Puaskan rasa keingintahuannya terhadap suatu benda dan cara kerjanya dengan memberikan permainan perkakas yang aman, seperti kunci dan gembok, atau mainan dengan banyak tombol. Saat sedang berjalan-jalan, tunjukkan pada ananda benda-benda mekanik, seperti lampu lalu lintas dan lainnya.

Pastikan untuk selalu dekat dengan ananda dan terus mengawasinya, karena anak tipe ini biasanya akan sangat penasaran dengan benda-benda bermuatan listrik, bahkan ingin tau lebih banyak tentang soket listrik dengan memasukkan pisau ke dalamnya.

Suka melamun

Ananda sering kali terdiam dalam dunianya sendiri, seolah-olah sedang berbicara dengan dewi peri. Dia suka permainan ‘pura-pura menjadi’, suka menghabiskan waktu luangnya untuk menggambar dan punya banyak ide untuk disampaikan. Dia suka menggunakan suatu benda dengan cara nya sendiri, cara yang tidak biasa (seperti menggunakan sepatu sebagai sekop untuk menggambil sesuatu, atau menggunakannya untuk menyimpan benda-benda), dia bersikap sangat terbuka terhadap ide-ide segar dan lucu, dan berpikir dengan cara yang kreatif untuk memecahkan masalah.

Hal ini berarti: Ananda yang suka berkhayal sepertinya tampak tidak fokus, tetapi dia mungkin sedang menggunakan waktu berkhayalnya untuk membangun sebuah gagasan besar. Aktifitas semacam ini biasanya menandakan ia adalah anak dengan tingkat kreativitas yang sangat kuat, sebuah tanda yang sangat jelas bahwa ananda adalah anak berbakat. Keseharian yang biasanya mungkin terasa membosankan bagi ananda yang mempunyai daya imajinasi tinggi, sehingga ia akan ‘lari’ ke alam fantasinya yang sulit baginya untuk memisahkan antara yang nyata dan yang tidak.

Kelak, ananda mungkin akan mengejar pekerjaan-pekerjaan kreatif seperti menjadi seniman, actor, sutradara, perancang busana atau disainer interior. Atau dia akan menggunakan pemikirannya yang tidak biasa dan kemampuannya memecahkan masalah dengan cara yang inovatif di bidang seni atau ilmu pengetahuan.

Bagaimana mengembangkannya: Tingkatkan terus kreativitas ananda, dengan berbagai cara. Sediakan berbagai piranti dan perlengkapan seni untuk mengembangkan daya imajinasinya. Mainkan musik dan nyanyikan lagu. Dan melakukan berbagai percobaan dengan berbagai proyek science.

Ajak ananda bermain dan melihat pertunjukan seni, dengarkan cerita-cerita fantasinya, dan sediakan alat peraga, jika mungkin beberapa penonton sekaligus, dan beri kesempatan padanya untuk unjuk kebolehan. Gunakan waktu libur keluarga anda untuk mengunjungi museum.

Tetapi jelaskan dengan tegas pada ananda kapan anda ingin mendengarkan sebuah dongeng khayalan dan cerita nyata.

Suka menyusun puzzle

Ananda sangat mengagumi puzzle, suka bermain permainan detektif, memecahkan teka-teki, atau menggemari cerita-cerita misteri. Saat menyusun sebuah puzzle, biasanya ananda tidak akan menggunakan metode trial and error, coba-coba, tetapi langsung dapat memasangkan kepingan yang benar pada tempatnya.

Hal ini berarti: Anak yang ahli menyusun puzzle adalah seorang visual-spatial learner. Dia cenderung berpikir dalam sebuah gambar, kemudian menggunakan kemampuannya untuk menyelesaikan keseluruhan gambar dalam puzzle tersebut. Kelak, dia mungkin akan menjadi seorang detektif handal, arkeolog atau seorang ilmuwan peneliti.

Bagaimana mengembangkannya: sediakan lebih banyak puzzle, dan berbagai permainan yang mengasah kemampuannya memecahkan teka-teki bentuk dan gambar. Juga permainan kata-kata, teka-teki, dan cerita misteri akan sangat membantu mengembangkan bakatnya.

Suka mengatur

Ananda punya pendirian yang kuat tentang bagaimana sesuatu hal seharusnya dilakukan. Dia yang memutuskan jenis permainan apa yang akan ia mainkan. Juga dalam aktivitas lain, dia yang akan memegang kendali.

Hal ini berarti: Ananda yang pengatur ini mungkin membawa bakat sebagai pemimpin sejak lahir, yang akan memudahkannya saat di sekolah, dalam olah raga, dan banyak bidang lain di kehidupannya nanti. Anak pengatur dapat menginspirasi temannya, melihat sebuah konflik atau masalah dari berbagai sudut pandang, dan mampu memberikan yang terbaik bagi tim atau kelompoknya. Kelak, kemampuan memimpinnya ini akan sangat bermanfaat di dunia bisnis, politik, organisasi masyarakat dan lembaga mediasi.

Bagaimana mengembangkannya: Kapanpun anda bisa, biarkan ananda yang mengatur. Dia mungkin akan bersemangat menjadi penunjuk jalan dan ingin anda mengikutinya saat sedang berjalan-jalan. Berikan kepadanya wewenang dalam melakukan pekerjaan rumah, seperti mengatur tempat rak sepatu. Biarkan ia mengatur sendiri kamarnya sesuai dengan apa yang ia inginkan (tetap dalam koridor kelayakan). Ajak dia untuk membantu memecahkan masalah keluarga seperti “Kita selalu saja terlambat saat pergi berenang. Bisakah kakak bantu bunda mencari cara supaya besok kita bisa datang tepat waktu?”

Puaskan hasratnya untuk memimpin, tetapi pastikan ananda tahu bahwa untuk urusan tertentu, khususnya tentang keselamatan dan urusan orang dewasa lainnya, orang tualah yang tetap memegang kendali.

Dan perkenalkan juga kepadanya tentang pentingnya bermain bergantian, mengambil antrian, dan mau mendengarkan, sehingga ia tidak akan dijauhi teman-temannya.

Tidak bisa duduk tenang

Ananda selalu ingin melakukan apa saja, meskipun itu hanya sekedar berdiri. Dia sangat menikmati saat ia terus bergerak, memegangi benda-benda, merasakan sesuatu dan trus membuat anggota tubuhnya bekerja.

Hal ini berarti: Ananda tampaknya adalah seorang anak yang biasa dikenal sebagai physical learner, yang menyerap informasi lebih banyak jika dilakukan dengan melibatkan banyak aktivitas dan pergerakan.

Ananda suka melakukan olahraga, menari atau bermain musik dan cenderung mempunyai keterampilan motorik yang sangat bagus. Dia mungkin akan tertarik pada pekerjaan yang tidak ‘terikat di balik meja’, seperti menjadi guru atau penjaga hutan. Atau dia akan menggunakan keahlian dan keterampilan tangannya untuk menjadi chef.

Bagaimana mengembangkannya: Pastikan setiap hari, ananda memiliki banyak waktu untuknya melakukan aktivitas fisik. Agar tidak mudah bosan, merotasi jenis permainan dan aktifitasnya akan membuat segalanya terasa lebih fresh. Anak tipe ini juga sangat suka menjelajah dunia musik melalui gerakan, jadi beri kesempatan baginya untuk melakukan aktivitas menyanyi dan menari. Bagi anak yang suka menggunakan keterampilan tangannya, berikan peralatan gambar, melukis, manik-manik dan membuat kerajinan tangan.

Sama pentingnya bagi ananda yang super sibuk ini untuk memiliki ritual yang menenangkan menjelang tidur. Coba dengan menyajikan snack yang menenangkan, seperti susu dan sereal gandum, satu atau dua jam menjelang tidur. Lalu ikuti dengan mandi (membersihkan badan), buku, dan tidur. Memperdengarkan musik yang menenangkan dalam keadaan gelap juga dapat membantu ananda yang terus gelisah untuk segera beristirahat.

Bakat masih menjadi sebuah misteri

Jika kita masih belum dapat melihat tanda-tanda dalam diri ananda, teruslah berusaha untuk memberikan rangsangan untuk mengeluarkan bakatnya yang masih tersembunyi.

Bertukarpikiran dengan para orang tua teman sekolah ananda tentang perkembangan dan keseharinnya, akan memberikan lebih banyak wawasan baru bagi kita. Atau banyak melakukan konsultasi dengan guru di sekolah atau kelompok bermainnya, yang mungkin dapat membantu menunjukkan kepada kita ketertarikan dan kemahiran ananda di bidang tertentu.

Dengan mengetahui bakat alami ananda, kita dapat membantunya agar ia dapat ‘terlihat’, ‘terdengar’ dan ‘dimengerti’. Tetapi yang harus menjadi tujuan utama kita adalah untuk lebih mencintainya dengan apa yang ada pada diri ananda, untuk membantunya meraih cita-citanya.

Hmmm…jadi demikianlah tentang makna dibalik kebiasaan balita. Karena Tara saat ini masih berusia 4,5 tahun, maka dia masih tergolong balita. Meskipun sebenarnya, saya sendiri tergolong telat mencari sumber informasi ini. Oh ya, mohon maaf, gambar sengaja tidak nyambung. 🙂

Salam hangat,

Alimah Fauzan

 

 

Paragraf lainnya

Tagged , , ,

About alimah

Seorang ibu, pembelajar, bekerja dan berkarya di Infest Yogyakarta. Inisiator Komunitas Perempuan Pembaharu Desa bersama Infest Yogyakarta dan media pembelajaran perempuanberkisah.com. Sangat tertarik pada isu perempuan, gender studies, sosiologi komunikasi, pemberdayaan desa, parenting, filsafat, psikologi, tasawuf, dan isu sosial-politik. Tahun 2007, pernah berbagi kisah inspiratif di blog My Last Paragraph. Sejak 2015 sampai saat ini, masih berbagi pembelajaran pemberdayaan perempuan dan marginal di perempuanberkisah.com. Tahun ini baru memulai berbagi pengalaman parenting dan cerita inspiratif lainnya di alimahfauzan.id. Saya bisa dihubungi melalui email: alimah.fauzan@gmail.com.
View all posts by alimah →

2 thoughts on “Mengapa Tara Suka Menata Sesuatu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *