FEELS

Orang-orang Baik di Sekitar Kami

Orang-orang baik dan kaya hati. Mereka ada di sekitar kami. Tempat kami tinggal. Jangan tanya soal keseharian, karena banyak sekali buktinya. Namun kami pernah sangat terkesan saat momen khitan Tara. Khitan Tara di Bandung di rumah neneknya. Karena hanya niat untuk khitan dan syukuran kecil-kecilan, maka kami tidak mengatakan pada siapapun. Namun teman-teman di kantor ayah Tara, beberapa hari ramai-ramai ke rumah dan memberikan sesuatu. Lalu, saat syukuran kecil-kecilan di rumah ibu mertua, apa yang kami dapatkan di luar dugaan, tamu begitu banyak dan semuanya membawa sesuatu di dalam amplop. Padahal hanya mengundang untuk do’a bersama sebagai rasa syukur kami, hanya biasa saja. Begitupun saudara-saudara di Kabupaten Cirebon.

Lalu, setelah kami kembali lagi ke Yogyakarta, kami pun memberikan sesuatu yang tak seberapa sebagai rasa syukur atas khitan Tara. Namun ternyata mereka membalasnya dengan kembali memberikan sesuatu. Lalu malam harinya, ada dua keluarga lengkap silaturahim ke rumah kami dan memberikan sesuatu. Kami tidak menyangka akan kedatangan tamu, mereka adalah dua staf skuriti di kantor ayah Tara. Mereka silaturahim, mengobrol lama, dan memberikan sesuatu. Sungguh mereka baik sekali menyempatkan waktu bertandang ke tempat tinggal kami. Kami merasa terhormat dengan kehadiran mereka. Yang saya tau, mereka bekerja tidak sekadar bekerja. Namun mereka juga turut merawat tempat kerjanya. Pakde Jarwo, demikian kami memanggil salah satunya, rajin sekali menanam bunga, merawatnya, membuat pagar-pagar bunga, mengecatnya sendiri dan semua dia lakukan atas inisiatif sendiri dengan biaya beli kayu dan cat sendiri. Begitupun pakde Slamet, dua orang aseli Sleman Yogyakarta yang sangat ramah, pandai memelihara, bersyukur, cinta pekerjaan, memiliki inisiatif yang tinggi, dan sejumlah sifat baik mereka.

Dengan segala kebaikan dari alam dan orang-orang sekitar kami, kami merasa begitu kaya karena semua yang kami terima ini adalah sesuatu yang mahal, sesuatu yang mewah. Lingkungan yang baik dengan orang-orang yang baik adalah sesuatu yang mahal. Kami tak memiliki banyak materi (uang dan kekayaan lainnya). Tapi kami dipermudah mengakses fasilitas publik dengan gratis di Yogyakarta, kami setiap hari bertemu orang-orang yang ramah dengan senyum manisnya, toleransinya yang tinggi. Alhamdulillah, kami merasakannya.

 

Paragraf lainnya

Tagged , , , , ,

About alimah

Seorang ibu, pembelajar, bekerja dan berkarya di Infest Yogyakarta. Inisiator Komunitas Perempuan Pembaharu Desa bersama Infest Yogyakarta dan media pembelajaran perempuanberkisah.com. Sangat tertarik pada isu perempuan, gender studies, sosiologi komunikasi, pemberdayaan desa, parenting, filsafat, psikologi, tasawuf, dan isu sosial-politik. Tahun 2007, pernah berbagi kisah inspiratif di blog My Last Paragraph. Sejak 2015 sampai saat ini, masih berbagi pembelajaran pemberdayaan perempuan dan marginal di perempuanberkisah.com. Tahun ini baru memulai berbagi pengalaman parenting dan cerita inspiratif lainnya di alimahfauzan.id. Saya bisa dihubungi melalui email: alimah.fauzan@gmail.com.
View all posts by alimah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *