REVIEW

Bunda, Ayo Main ke Perpustakaan!

  “Bunda, buku ini kan sudah aku baca. Aku mau buku yang baru lagi. Ayo bun, kita perpustakaan!”

Hari-hari kami akan diramaikan dengan kalimat tersebut, jika dan hanya jika kami tidak segera mewujudkan keinginannya. Pernah juga, sepanjang pagi sampai sore rumah kami diramaikan dengan tangisannya. Kenapa? karena kami telah menjanjikannya untuk ke Perpus di hari itu, namun kami lupa bahwa hari itu tanggal merah. Ya, karena tanggal merah maka Perpus libur. Beberapa permainan pun kami suguhkan untuk mengalihkan perhatiannya. Namun, ketika dia teringat Perpus lagi, maka dia pun mulai merengek lagi, dia terlihat sangat sedih. Lalu, esoknya kami ajak ke Perpus, dia pun kembali bahagia.

Lalu, Perpus seperti apa sampai menyebabkan dia begitu sedih ketika tidak main ke sana? Yah, itulah inti pembahasan dalam cerita saya kali ini. Bahwa di Yogyakarta begitu banyak Perpus. Baik Perpus kota maupun Perpus komunitas, belum lagi Perpus yang ada di kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Di kota pendidikan ini, meningkatkan minat baca masyarakat pun tetap butuh inovasi.

Grhatama Pustaka, Perpustakaan Penuh Inovasi

Selain sebagai gedung perpustakaan terbesar, Grhatama Pustaka adalah Perpus yang membuat anak kami merengek untuk bermain dan membaca di dalamnya. Grhatama Pustaka mengandung arti tempat menyimpan swaka. Karena di Perpustakaan ini terdapat berbagai koleksi buku yang masih baru hingga buku langka yang sudah dicetak lagi, baik dalam bentuk buku maupun digital. Gedung perpustakaan ini dirancang untuk mengakomodir fungsi perpustakaan sebagai institusi yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi bagi masyarakat luas.

Gedung tersebut dibangun dengan empat menara menjulang yang mengandung makna empat kesempurnaan orang Jawa, yaitu Prakoso, Wulung, Wangi, dan Agung. Perpustakaan itu diharapkan mampu menjadi pintu gerbang bagi manusia dalam mencapai derajat tertinggi melalui pengetahuan yang terkandung dalam berbagai koleksi perpustakaan itu.

Fasilitas yang ada di Perpustakaan Grhatama Pustaka

  Dalam sebuah kolom edukasi yang memuat informasi tentang Grhatama Pustaka, Kepala Bidang Pelayanan dan Pelestarian Perpustakaan BPAD DIY, Monika Nurastiani, mengungkapkan bahwa perpustakaan Grahatama Pustaka menjadi perpustakaan terbesar di Jawa Tengah dan DIY. Memiliki kurang lebih 7.500 judul yang merupakan koleksi langka berupa naskah kuno dan stablats. Namun, koleksi langka tersebut hanya bisa dibaca di tempat, dan untuk sejumlah  naskah kuno yang telah rapuh hingga kini terus dilakukan upaya alih media menjadi bentuk digital sehingga tetap bisa diakses.

Selain itu, lanjutnya, perpustakaan yang dibuka gratis untuk masyarakat itu juga memiliki koleksi buku sebanyak 180.000 judul. Sementara itu, dengan luas gedung yang ada diperkirakan perpustakaan tersebut akan mampu menampung sebanyak 2.000 pengunjung. Monika optimis, perpustakaan itu akan menjadi tempat belajar yang menyenangkan, karena didukung dengan berbagai fasilitas seperti ruang belajar, ruang audio visual, ruang digital, ruang bermain, ruang dongeng, ruang koleksi anak, dan ruang musik serta bioskop 6 Dimensi. Monika mengklaim, keberadaan bioskop 6 Dimensi akan menjadi salah satu fasilitas unggulan yang saat ini masih langka dimiliki oleh lembaga perpustakaan di tempat lain.

Grhatama Pustaka merupakan perpustakaan umum, sehingga masyarakat umum bisa mengaksesnya, mulai dari anak-anak usia balita sampai orangtua. Gedung perpustakaan itu juga dibangun dengan menyediakan akses bagi para penyandang disabilitas. Tahun 2016 nanti, kata Monika, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah komputer bersuara bagi tuna netra, di samping beberapa koleksi buku braille yang kini sudah bisa diakses.

Perpustakaan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 70 miliar ini berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare. Perpustakaan ini memiliki tiga kantong parkir outdoor dan satu tempat parkir basement, sehingga pengunjung tidak perlu kebingungan untuk tidak kebagian lahan parkir.

Jumlah koleksi dalam bentuk buku cetak sekitar 400 ribu buah dan buku digital 350 ribu, tetapi belum bisa diunggah karena sedang dalam proses untuk dibuat chip digital. Perpustakaan ini dilengkapi dengan ruang bercerita anak-anak, bioskop, ruang teater, ruang audio visual.

Di samping  itu dilengkapi fasilitas tempat berjualan makanan. Perpustakaan yang terbuka untuk umum ini, selain menyediakan fasilitas peminjaman juga akan dilengkapi dengan akses free wifi yang cukup kencang bagi para pengunjungnya.

Apabila dilihat dari fasilitas yang dibangun, perpustakaan Grahatama Pustaka merupakan perpustakaan terbesar dan termegah dibandingkan dengan perpustakaan yang ada di provinsi lain, dan koleksinya juga terlengkap.

Pihak Grhatama Pustaka akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar para pelajar bisa menggunakan fasilitas yang ada di perpustakaan secara gratis, untuk menyaksikan film yang menjadi arsip dan koleksi BPAD DIY.

Di samping pelajar, masyarakat umum juga bisa menggunakan fasilitas perpustakaan  daerah, misalnya menyaksikan film dokumenter, dan film tentang pendidikan.

Sepekan sebelum Grahatama Pustaka diresmikan, pengurus telah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat umum, seperti seminar, lomba bercerita, karnaval pustaka, menampilkan wayang kulit, Kyai Kanjeng dan berbagai lomba lainnya seperti lomba jinggle, lomba maskot, lomba macapat dan masih banyak lainnya.

Maskot dan jinggle dari perpustakaan, tidak dibuat dari pihak pengurus tetapi dilombakan dan pemenang dari hasil lomba tersebut, karyanya dipatenkan untuk selamanya dijadikan icon dari perpustakaan.

Setelah diresmikan, perpustakaan untuk sementara ditutup, hal ini dilakukan karena untuk pembenahan dan penataan kembali.

Aktifitas Grhatama Pena akan dimulai kembali pada Januari 2016 dengan jadwal buka pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Pengunjung perpustakaan ini akan dilayani oleh sebanyak 30 tenaga kontrak.

Bagi pelajar dan mahasiswa cukup dengan menunjukkan kartu tanda pelajar atau kartu tanda mahasiswa untuk mendapatkan kartu perpustakaan. Sekitar 400.000 buku cetak dan 350.000 e-book siap memanjakan Anda, masyarakat Yogyakarta dan Anda seluruh warga Indonesia yang hoby berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca atau mencari referensi buku bacaan.

Demikian informasi tentang perpustakaan Grhatama Pustaka, pengalaman di perpustakaan ini sungguh nyaman, apalagi buat anak-anak. Adapun informasi lengkap tentang jumlah kuantitas dan detail lainnya saya dapatkan dari kolom edukasi.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat

Alimah 

Paragraf lainnya

Tagged , , , , , , , ,

About alimah

Seorang ibu, pembelajar, bekerja dan berkarya di Infest Yogyakarta. Inisiator Komunitas Perempuan Pembaharu Desa bersama Infest Yogyakarta dan media pembelajaran perempuanberkisah.com. Sangat tertarik pada isu perempuan, gender studies, sosiologi komunikasi, pemberdayaan desa, parenting, filsafat, psikologi, tasawuf, dan isu sosial-politik. Tahun 2007, pernah berbagi kisah inspiratif di blog My Last Paragraph. Sejak 2015 sampai saat ini, masih berbagi pembelajaran pemberdayaan perempuan dan marginal di perempuanberkisah.com. Tahun ini baru memulai berbagi pengalaman parenting dan cerita inspiratif lainnya di alimahfauzan.id. Saya bisa dihubungi melalui email: alimah.fauzan@gmail.com.
View all posts by alimah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *