BOOKS

Mengapa Bertengkar?

Jika ada teman yang kesal berarti muncul masalah. Maka, hentikanlah permainanmu.

Seorang anak sedang asyik menyelesaikan tugasnya di kelas. Namun tiba-tiba sebuah pesawat terbuat dari kertas menghancurkan tugasnya. Ternyata, pesawat itu adalah milik salahs satu temannya. Karena merasa sudah bekerja keras namun tiba-tiba rusak, akhirnya sanga anak yang tugasnya rusak pun marah-marah. Kepada siapa? Tentu saja kepada temannya yang telah menerbangkan pesawat kertasnya. Konflik pun dimulai. Masing-masing dari mereka merasa benar.

Buku ini terbit 2004

Kisah itu dialami oleh murid-murid ibu Casey di sekolahnya. Kisah mereka diceritakan dalam buku berjudul “Mengapa Bertengkar?”. Buku ini merupakan terbitan Cherrytree Press yang telah dipublikasikan sejak tahun 2004, dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Kanisius. Buku ini merupakan salah satu seri buku yang pernah saya ceritakan juga di blog ini, yang berjudul “Mengapa Tidak Mau Berbagi?” dan “Mengapa Mengolok-Olok?”.

Bertengkar bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah ketika kamu dan teman-temanmu mempunyai keinginan yang berbeda. Bertengar hanya akan membuat masalah menjadi lebih rumit. Sebenarnya kalian bisa menyelesaikan masalah itu bersama-sama.

Buat adek-adek yang membaca ini, berikut ini beberapa beberapa langkah yang bisa kalian lakukan:

  • Pertama-tama, beri kesempatan semua anak untuk mengungkapkan perasaannya masing-masing
  • Jelaskan permasalahanya
  • Bicarakan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah itu
  • Pilih salah satu cara yang dapat membuat semua anak gembira
    Anak-anak dalam buku ini bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. Sambil membaca buku ini, mungkin kamu dapat meniru langkah-langka penyelesaian masalah yang mereka tempuh.

Ketika muncul masalah

Ketika kalian sedang asyik bermain, permainan itu terasa seperti sesungguhnya. Kalian mungkin merasa sangat hebat dan hanyut dalam permainan itu. Di lain pihak, teman lain mungkin merasa terganggu atau kesal dengan permainanmu. Jika ada teman yang kesal berarti muncul masalah. Hentikanlah permainanmu.

Ketika muncul masalah, segera selesaikan masalah itu. Bicarakanlah bersama teman-temanmu. Carilah jalan keluarg yang sesuai dengan keinginan kalian. Temukan cara agar kalian semua merasa gembira.

Penyelesaian Masalah

Anak-anak di kelas bu Casey berhasil menyelesaikan masalah mereka. Mereka mengingatk kembali langkah-langkah pemecahan masalah tersebut.

  • Beri kesempatan kepada semua anak untuk mengungkapkan perasaan mereka
  • Ceritakan apa yang telah terjadi dan beri kesempatan kepada semua anak untuk mengungkapkan keinginannya
  • Jelaskan permasalahannya
  • Bicarakan berbagai ide yang mungkin untuk menyelesaikan masalah itu. Pilih salah satu ide yang kalian sepakati bersama lalu laksanakan ide itu

Langkah-langkah ini mungkin dapat membantu kalian ketika menghadapi masalah seperti ini. Terkadang sebuah masalah terasa berat jika harus diselesaikan sendirian. Oleh karena itu, jika perlu, mintalah bantuan kepada orang dewasa.

Buku ini juga merupakan salah satu buku yang saya temukan di Perpustakaan Grhatama Pustaka, perpustakaan yang rutin saya kunjungi. Karena hanya di perpustakaan inilah tidak hanya mendapatkan buku-buku baru, namun juga buku-buku lama yang bahkan mungkin tidak lagi cetak.

Sharing is caring!

Paragraf lainnya

Tagged , , , , , ,

About alimah

Seorang ibu, pembelajar, bekerja dan berkarya di Infest Yogyakarta. Inisiator Komunitas Perempuan Pembaharu Desa bersama Infest Yogyakarta dan media pembelajaran perempuanberkisah.com. Sangat tertarik pada isu perempuan, gender studies, sosiologi komunikasi, pemberdayaan desa, parenting, filsafat, psikologi, tasawuf, dan isu sosial-politik. Tahun 2007, pernah berbagi kisah inspiratif di blog My Last Paragraph. Sejak 2015 sampai saat ini, masih berbagi pembelajaran pemberdayaan perempuan dan marginal di perempuanberkisah.com. Tahun ini baru memulai berbagi pengalaman parenting dan cerita inspiratif lainnya di alimahfauzan.id. Saya bisa dihubungi melalui email: alimah.fauzan@gmail.com.
View all posts by alimah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *