Kuis #2: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah

Pilihan lain jika ingin menyelamatkan bumi adalah dengan mendaur ulang. Melalui “Trashion”, Herianti telah melakukannya. Trashion merupakan sebuah label milik Heriyanti Simarmata. Gabungan dari kata “trash” yang berarti sampah dan “fashion”.

Salah satu impian saya yang tak kunjung tercapai adalah bisa menjahit. Ibu saya bisa menjahit, namun sampai saat ini saya belum bisa menjahit. Saya membayangkan, jika saya bisa menjahit, maka bukan hanya kain yang bisa saya ubah menjadi sebuah baju, tas dan lain-lain. Namun juga plastik-plastik bekas makanan atau minuman kemasan.

Sayangnya, sampai saat ini keinginan untuk belajar menjahit masih jadi rencana dan rencana. Mendisain sebuah baju sudah pernah saya coba, namun untuk menjahit langsung dengan tangan saya sendiri belum pernah tercapai.

Heryanti Simarmata adalah salah seorang perempuan yang telah berhasil memberdayakan lingkungan sekitar dengan mendaur ulang limbah plastik. Perempuan kelahiran 15 April 1970 ini mengembangkan proses daur ulang limbah rumah tangga menjadi barang kebutuhan sehari-hari yang layak guna.

Saya sendiri belum pernah bertemu langsung dengan perempuan yang telah menghasilkan ratusan produk dari limbah plastik ini. Namun dari buku yang pernah saya baca tentang hasil produknya, dia telah membuat beragam barang seperti tas ransel, tas belanja, buku agenda, dompet, payung, travel bag, dan lain-lain.

Semua produknya sangat unik dengan ornamen kemasan produk rumah tangga yang sehari-hari kita konsumsi. Yanti, demikian sapaan akrab Heriyanti yang pernah saya baca di sejumlah media, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2007. Berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya sampah yang menumpuk di lingkungan tempat tinggalnya, Yanti tergerak untuk mendaur ulang sampah-sampah plastik.

Sebagai modal awal untuk mengasah keterampilan, ia mengikuti pelatihan yang diadakan oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods. Di sana ia diberikan arahan mengenai kegiatan produksi daur ulang, mulai dari pemilihan limbah sampai proses menjahit.

Rangkul Ibu Rumah Tangga dan Pemuda

Dalam menjalankan roda bisnisnya, ia mengajak ibu-ibu rumah tangga maupun pemuda yang belum mempunyai pekerjaan untuk turut berkarya. Kegiatan yang mereka lakukan ialah menjahit, memotong, atau mencuci limbah agar layak untuk diproduksi.

Bahan bakunya sendiri diperoleh dari pemulung dan bank sampah. Adapun materialnya ialah kemasan produk yang sering dipakai oleh masyarakat, seperti bungkus kecap, pembersih lantai, deterjen, hingga pasta gigi.

Menjadi pemilik usaha berbasiskan lingkungan atau ecopreneur tidaklah mudah. Pada masa awal ketika ia merintis usaha ini, ia harus menerima pandangan skeptis dari orang-orang di sekitarnya. Saat itu ia berjuang untuk mengajak dan meyakinkan warga di lingkungan tempat ia tinggal, bahwa kegiatan yang dijalankannya akan berbuah positif.

Yanti mengakui, produk daur ulang masih belum populer dan sulit diterima di tengah masyarakat. Ia menilai hal tersebut disebabkan pola pikir kebanyakan orang yang belum apresiatif dan belum teredukasi secara penuh akan makna daur ulang yang sesungguhnya.

Menulis Penulis buku ‘From Trash to Trashion, 25 Kreasi Limbah Plastik’ ini, orang luar negeri justru yang lebih banyak tertarik pada produknya. Karena mereka menyukai kreativitas, memahami, dan sangat menghargai proses daur ulang yang diterapkannya bersama komunitasnya.

Untuk itulah, produk yang dijualnya ini tergolong segmented atau menyasar golongan tertentu, yakni orang-orang yang memiliki ideologi “hijau” dan mengerti akan siklus reduce,reuse, recycle (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang).

Seiring berjalannya waktu, dengan kesabaran dan kegigihan untuk memasarkan produknya, lambat laun mulai banyak pembeli yang mengoleksi barang-barang tersebut. Tak sedikit perusahaan yang memesan produk daur ulang buatannya untuk dijadikan gimmick atau suvenir.

Saatnya Kuis #2

Bunda pembelajar, saatnya kita memasuki “Kuis #2”. Kali ini pemenang kuis akan mendapatkan 2 buah buku yang sangat berguna bagi bunda pembelajar yang hobi berkreasi dengan limbah plastik, serta buku cerita anak atau novel petualangan anak Indonesia.

Berhadiah 2 Buku:

Bunda, ini dia dua buku hadiah kuis bagian kedua di blog ini:

Pertanyaan Kuis #2:

Pada salah satu postingan di blog ini, saya pernah menulis tentang pentingnya Mind Mapping dalam proses pembelajaran si kecil. Nah, untuk kuis #2 ini, pertanyaannya adalah sebagai berikut:

“Siapakah penulis buku tentang Mind Mapping yang pernah saya tulis di blog ini? Lalu, siapa penemu Mind Mapping yang sudah pernah saya tulis di blog ini?”

 

Cara Menjawabnya?

Nah, gampang kan bunda pertanyaan kuisnya? Jika sudah menemukan jawabannya, berikut cara menjawab kuis #2:

  1. Baca baik-baik pertanyaan kuis
  2. Cari jawaban kuis di salah satu postingan atau tulisan di blog ini
  3. Jika sudah ketemu jawabannya, silahkan tulis jawabannya di kolom komentar.

Siapa Pemenang Kuis?

  • Pemenang kuis #2 adalah siapapun yang pertama kali berhasil menjawab dengan benar di kolom komentar
  • Pemenang kuis #2 bukanlah pemenang kuis #1

Demikian bunda, kuis hanya memberi kesempatan pada bunda-bunda yang belum pernah memenangkan kuis sebelumnya. Kuis juga bisa diikuti oleh perwakilan komunitas perempuan atau ibu-ibu di desa.

Batas Waktu Kuis #2?

Batas waktu kuis #2 kali ini paling lambat 2 minggu dari informasi pengumuman kuis #2. Namun kuis akan segera ditutup jika sudah ada yang menjawab dengan benar dan cepat.

Selanjutnya, selamat mengikuti kuis #2!

Salam hangat,

Alimah Fauzan

 

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

04 comments on “Kuis #2: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah

  • Sofwati Hayati , Direct link to comment

    1.penulis buku tentang mind mapping adalah Femi Olivia
    2.penemu mind mapping adalah Tony Buzan

    • alimah , Direct link to comment

      Bunda Sofwati Hayati, terimakasih sudah belajar bersama untuk menjawab Kuis #2. Selamat juga, bunda sudah menjawab dengan benar. Tunggu kiriman hadiah bukunya ya. Sekali lagi terimakasih banyak.

      Salam hangat,
      Bunda Pembelajar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *